Sabtu, 12 September 2015

Bondholders

Jika kita lihat dictionary, maka kata bond berarti 'obligasi', dan hold berarti 'memegang'. Dengan demikian, bondholder berarti pemegang obligasi. 

Ketika membahas tentang kenaikan suku bunga (interest rates), yang merupakan salah satu dari dua faktor paling penting di luar kendali langsung perusahaan selain tarif pajak (tax rates) yang mempengaruhi WACC, maka biaya utang meningkat karena perusahaan harus membayar lebih kepada bondholders. 

Menginterpretasikan bondholder di sini butuh kehati-hatian. Tidak bisa kita artikan sebagai 'pemegang obligasi'. Interpretasi yang tepat adalah 'pemilik obligasi'. Mengapa? Karena bisa saja Anda adalah pemilik obligasi, tapi ketika Anda menunjukkannya ke saya, lalu saya 'memegang' obligasi tersebut, maka saya juga berhak dibayar oleh perusahaan. Istri atau suami Anda, ayah ibu kandung atau mertua Anda, anak-anak Anda, jika mereka juga 'memegang' obligasi Anda, maka mereka juga berhak dibayar oleh perusahaan.

Tulisan ini bisa dipersepsi sebagai artikel humor atau lucu-lucuan. It's possible. Dimaklumi. At the same time, jika kita pay attention to proper interpretation, maka isi tulisan ini berhak mendapat tempat di best practice forum. Karena bisa membuat kita terhindar dari kesalahpahaman yang tidak perlu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar