Saya tidak tahu kenapa saya sejak SMP menyukai bahasa Inggeris. Sehingga nilai bahasa Inggeris di rapor selalu 9, baik di SMP maupun di SMA. Lalu saat kuliah, kurikulumnya memuat dua matakuliah Bahasa Inggeris I dan Bahasa Inggeris II, dan seperti sudah bisa diduga, saya mendapatkan nilai A untuk kedua matakuliah tersebut. Setelah jadi sarjana teknik kimia, bekerja di industri, kantor mempersyaratkan nilai test of English for international communication (TOEIC) tertentu untuk posisi manajerial tertentu. Skor terakhir saya, di International Test Center, Plaza Sudirman, 950. Masih ada gap 40 untuk mencapai skor maksimum 990. Apakah bahasa Inggeris itu penting?
Sangat. Sangat penting. Banyak contohnya. Ini saya mau cerita soal orang lain aja dulu. Ketika ada salah satu dari dua calon manajer yang akan dinominasikan ikut event di tingkat regional, maka yang dipilih berangkat ke luar negeri saat itu adalah murni didasarkan oleh skor TOEIC-nya. Ketika ada dua engineers yang akan berangkat ke Swiss untuk mengikuti suatu program pengembangan profesi, dua-duanya tidak jadi berangkat karena skor TOEIC-nya kurang dari 550. Bahkan, di perusahaan, ada lulusan Sastra Inggeris yang karirnya lebih melejit dibandingkan dengan lulusan ITB. Sampai-sampai ada guyonan di kantor, asal perguruan tinggi tidak penting, yang penting jurusannya Sastra Inggeris!
Bagaimana dengan saya sendiri? Terlalu banyak yang ingin saya ceritakan sampai saya sendiri bingung mau mulai dari mana. Termasuk, menurut saya, kesempatan yang luar biasa sehingga saya bisa melakukan perjalanan dinas ke beberapa negara di Asia dan Eropa. Tapi, ini ada satu yang ingin saya share, yang benar-benar saya rasakan saat ini. Yaitu, terbuka lebarnya pintu pengetahuan. Banyak buku-buku yang bagus, termasuk text books, dalam bahasa Inggeris. Masih sangat minim, menurut saya, interpretasi dari buku-buku canggih tersebut ke dalam buku berbahasa Indonesia, yang memuaskan selera belajar kita, yang merangsang otak kita untuk mencerna, yang membantu kita memahami permasalahannya secara lebih baik.
Ingin memahami masalah secara lebih baik? Ingin menemukan solusi dari permasalahan yang ada? Jawabannya sering tersedia di buku-buku berbahasa Inggeris. Masih mau menyepelekan bahasa Inggeris?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar